MENGENALI 2 CARA PENGOLAHAN BIJI KOPI ROBUSTA

https://precola.co.id/

Kopi jenis robusta ini termasuk kopi yang paling banyak di budidayakan di Indonesia ini. Pengolahan kopi jenis robusta ini biasa dilakukan dengan 2 cara, yaitu cara Robusta Wet Process (RWP) atau yang disebut dengan pengolahan basah dan pengolahan Robusta Dry Process (RDP) yang disebut dengan pengolahan kering. Tujuan utama dari kegiatan produksi ini atau pengolahan kopi setelah masa panen ini adalah untuk menurunkan kadar air biji kopi hingga menjadi 9%-12%.

Nah berikut adalah 2 cara singkat mengenai dua cara pengolahan kopi robusta:

1. Robusta Wet Process(RWP)

Robusta Wet Process(RWP) merupakan proses pengolahan dengan cara basah yang dimana air merupakan komponen utama. Pengolahan RWP ini melalui proses pengupasan kulit buah dan pencucian sehingga dapat menghasilkan biji kopi yang bersih. pengolahan RWP ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Cara RWP ini biasa dilakukan dengan menggunakan alat atau mesin otomatis untuk mengelupas kulit biji kopinya.

Buah kopi yang sudah masak akan dipilih karena mudah untuk diproses terutama dengan metode pengolahan RWP karena kulitnya yang sangat mudah terkelupas, rendemen hasil yang tinggi, biji kopi lebih berisi dan padat, waktu pengeringan yang singkat, dan warna biji serta cita rasa yang lebih baik. Buah kopi yang akan diproses dengan pengolahan RWP harus bebas dari kontaminan seperti jamur. Buah yang terkontaminasi akan menyebabkan perubahan rasa dan mutu dari biji kopi yang akan dihasilkan nantinya.

2. Robusta Dry Process (RDP)

Pengolahan RDP (Robusta Dry Process) merupakan proses pengolahan biji kopi robusta tanpa melalui tahap pengupasan kulit buah kopi langsung dengan cara mengeringkan buah kopi robusta dengan panas sinar matahari. Dan pengolahan RDP ini merupakan proses pengolahan kopi yang sangat sederhana. Tapi pengolahan RDP ini memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan waktu yang lama dan tempat yang luas. Hal ini dikarenakan karena pengolahan dengan cara RDP sangat bergantung pada ketersediaan sinar matahari.

Selain itu, dalam pengolahan RDP, buah kopi yang sebelumnya tidak dikupas terlebih dahulu sebelum pengeringan akan memakan waktu yang sangat lama untuk mengeringkannya. Pengolahan kering hanya digunakan pada kopi yang berwarna hijau atau kopi yang terserang bubuk buah. RDP juga dapat mengolah kopi yang berkualitas inferior atau kualitas rendah. Pada pengolahan kering ini buah kopi langsung masuk tahap pengeringan tanpa masuk ke tahap pengupasan kulit buah dan pencucian. Dengan demikian, kopi akan dikeringkan beserta kulit buahnya tidak seperti pada pengolahan basah dimana yang dikeringkan adalah biji kopinya saja.

Teknik penjemuran dengan RDP ini dilakukan dengan cara meletakkan buah kopi di atas lantai penjemuran dengan ketebalan maksimal 10 cm. Mekanisme yang terjadi di dalam buah kopi sendiri dimulai dari kulit tanduk dan diakhiri dengan pengeringan di dalam biji. Pada awal pengeringan buah kopi yang masih basah harus sering dibalik dengan alat penggaruk. Pembalikan buah kopi yang masih basah dilakukan secara intensif sekali per jam agar laju pengeringan lebih cepat dan rata. Lamanya proses pengeringan tergantung pada cuaca, ukuran buah kopi, tingkat kematangan, dan kadar air yang ada di dalam buah kopi. Untuk mencapai kisaran kadar air 15—8% waktu penjemuran ini dapat berlangsung hingga 14 – 15 hari.

SUPER FAST RESPON :
ADMIN 24 JAM

  • Jual Kopi Robusta Bubuk
  • Jual Kopi Robusta Biji

WA : 087880459355  Atau Kalian Bisa >>>>>KLIK DISINI<<<<<

Please rate this


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *